Advertisement
30 Proyek Olah Sampah Jadi Listrik Dipercepat, Target Mulai 2027
Foto ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), untuk program Waste to Energy atau Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah mulai mempercepat pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik di berbagai daerah, dengan 30 proyek ditargetkan segera berjalan sebagai langkah mengatasi darurat sampah nasional.
Percepatan ini dilakukan menyusul arahan langsung Presiden untuk menangani timbunan sampah, terutama di wilayah dengan produksi lebih dari 1.000 ton per hari.
Advertisement
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut proyek-proyek tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan mencakup gabungan wilayah layanan yang menjangkau puluhan daerah.
“Atas arahan Bapak Presiden, dilakukan percepatan pembangunan PSEL untuk menyelesaikan kedaruratan sampah,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
BACA JUGA
Ia menjelaskan, dari rencana awal sekitar 34 lokasi, proyek kemudian disederhanakan menjadi 30 proyek melalui skema aglomerasi yang mencakup 61 kabupaten/kota.
Dengan pendekatan tersebut, cakupan layanan tetap luas meskipun jumlah proyek dipadatkan.
“Kami sudah menyelesaikan 30 proyek, tapi sebenarnya mencakup 61 kabupaten/kota karena ada penggabungan wilayah,” katanya.
Secara kapasitas, proyek ini ditargetkan mampu mengolah sekitar 14,4 juta ton sampah per tahun, atau setara 22,5 persen dari total timbunan sampah nasional.
Sementara itu, sisa 77,5 persen sampah akan ditangani melalui pendekatan lain di sektor perkotaan, industri, hingga lingkungan desa dan fasilitas publik.
Menurutnya, berbagai teknologi telah disiapkan pemerintah untuk mendukung pengolahan sampah, mulai dari waste to energy, refuse-derived fuel (RDF), hingga kompos.
“Kita sudah punya teknologinya, asal mau, sampah ini bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Sejumlah proyek bahkan telah memasuki tahap lanjutan, termasuk proses tender di beberapa wilayah seperti Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta.
Selain itu, proyek di Palembang, Tangerang Selatan, Makassar, Lampung Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, hingga Medan juga telah diverifikasi dan siap masuk tahap lelang.
Pemerintah menargetkan proyek tahap awal mulai beroperasi pada 2027, sementara keseluruhan proyek diharapkan rampung pada Mei 2028.
“Batch pertama itu tahun 2027, yang lainnya targetnya Mei 2028,” kata Zulhas.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menata pengelolaan sampah secara lebih sistematis sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di berbagai daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ujian TKA Dimulai April, Sekolah dan Orang Tua Diklaim Makin Siap
- Harga BBM Ditahan, Pemerintah Dinilai Lindungi Masyarakat
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- Isu Kenaikan Harga BBM Bikin Gelisah Warga, Ini Penjelasan DPR
- Orang Tua Diminta Jaga Emosi Saat Anak Hadapi Ujian
Advertisement
Video Call Terakhir Praka Farizal di Lebanon Jadi Kenangan Keluarga
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Isu Pertamax Naik 10 Persen 1 April, Ini Penjelasan Bahlil
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- Bos Maktour dan Ketua Kesthuri Ditetapkan Tersangka Korupsi Kuota Haji
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
- Kemenko PM: Kasus Amsal Sitepu Ancaman Bagi Industri Kreatif Nasional
- Langgar Aturan Pelindungan Anak, Meta dan Google Dipanggil Menkomdigi
Advertisement
Advertisement





