Advertisement

Pemerintah Bangun 34 Pengolah Sampah Jadi Listrik Tahun Ini

Akbar Evandio
Selasa, 03 Februari 2026 - 18:38 WIB
Bhekti Suryani
Pemerintah Bangun 34 Pengolah Sampah Jadi Listrik Tahun Ini Foto ilustrasi insinerator sampah. / Freepik

Advertisement

JAKARTA--Presiden Prabowo Subianto mengemukakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy akan dimulai tahun ini di 34 daerah di tengah persoalan sampah yang mendesak untuk ditangani.

Dalam Taklimat Presiden pada agenda Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026), Prabowo mengungkapkan hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan kelebihan kapasitas pada 2028, bahkan bisa terjadi lebih cepat apabila tidak segera diatasi.

Advertisement

Pembangunan fasilitas PSEL atau waste to energy diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan tersebut. Prabowo pun meminta agar proses peletakan batu pertama dapat dilakukan dalam beberapa bulan ke depan, dengan target operasional dalam waktu dua tahun. Total investasi untuk proyek PSEL diperkirakan mencapai hampir US$3,5 miliar.

Prabowo juga menilai sejumlah kabupaten mulai melakukan improvisasi dalam pengelolaan sampah, dan pemerintah pusat akan mempelajari serta mendorong pertukaran pengalaman antardaerah.

“Tahun ini kita akan buka 34 proyek pembangunan waste to energy di 34 kota. Ini saya minta ground breaking berapa bulan ini dilaksanakan. Ini kita perkirakan 2 tahun lagi sudah berfungsi. Ini investasi cukup besar. Totalnya itu hampir US$3,5 miliar dolar Untuk 34 titik itu,” tuturnya.

Prabowo pun menekankan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak bisa dilakukan dengan saling menyalahkan, melainkan harus melalui kerja nyata dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Dia menyatakan, bila diperlukan demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat akan memimpin langsung. Menurutnya, persoalan sampah juga berkaitan erat dengan kebutuhan penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kesenjangan sosial, termasuk melalui sektor pariwisata yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja paling cepat dan luas. Dalam konteks pariwisata, Prabowo menyoroti kondisi kebersihan Bali yang dinilainya memprihatinkan, khususnya pada akhir 2025.

Dia mengungkapkan menerima masukan langsung dari pejabat asing yang menilai Bali kini kotor dan tidak seindah sebelumnya. Presiden pun meminta gubernur, bupati, hingga sekolah-sekolah untuk aktif menggerakkan kerja bakti massal membersihkan pantai dan lingkungan.

“Saya di Korea ketemu menteri-menteri jenderal-jenderal. Bicaranya apa adanya, dia ngomong ke saya. Dia bilang, Your Excellency, I just came from Bali. Oh, Bali so dirty now. Bali not nice. [Pak Presiden, saya baru berkunjung dari Bali. Bali kini sangat kotor dan tak lagi indah]. Saya terima itu sebagai koreksi. Ini kita harus atasi bersama,” katanya.

Orang nomor satu di Indonesia itu bahkan menegaskan kesiapan melibatkan TNI, Polri, BUMN, hingga kementerian dan lembaga untuk rutin melakukan kegiatan bersih-bersih.

“Semua anak sekolah kumpul di pantai ini. Ini pantai kita. Ini halaman kita. Ayo kita bersihkan, rame-rame, korfe. Apa salahnya? Kalau bupati dan gubernur tidak bisa, saya perintah. Dandim, saya perintahkan kau,” ucapnya.

Sebagai langkah strategis, Prabowo turut menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan ini menekankan keterlibatan aktif seluruh instansi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melalui kegiatan kerja bakti singkat setiap pagi. Selain itu, Presiden juga meminta penertiban baliho, spanduk, dan iklan yang dinilai berlebihan dan merusak keindahan kota serta destinasi wisata. Prabowo menegaskan bahwa kebersihan dan keindahan lingkungan merupakan prasyarat utama untuk membangun pariwisata dan kesejahteraan rakyat.

“Bagaimana kita mau menjual pariwisata kalau lingkungan kita jorok dan kotor,” tegasnya. Dia menutup arahannya dengan menekankan bahwa perang terhadap sampah adalah tanggung jawab bersama demi masa depan Indonesia yang lebih layak, indah, dan membanggakan.

“Kalau saya bicara Indonesia harus ASRI boleh kan?” tandas Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Defisit Etos Republikan Indonesia Jadi Sorotan dalam Diskusi di UGM

Defisit Etos Republikan Indonesia Jadi Sorotan dalam Diskusi di UGM

Jogja
| Selasa, 03 Februari 2026, 20:02 WIB

Advertisement

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun

Wisata
| Kamis, 29 Januari 2026, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement