Advertisement
Kabar Baik, Seluruh RW di Jogja Kini Sudah Memiliki Bank Sampah
Ilustrasi pengelolaan sampah melalui bank sampah - JIBI
Advertisement
JOGJA--Pemerintah Kota Jogja terus memperkuat pelaksanaan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) dengan menitikberatkan pada pengolahan sampah organik dari sumbernya. Adapun untuk pengolahan sampah anorganik, seluruh RW di Kota Jogja kini disebut sudah memiliki bank sampah.
Kini pemerintah fokus pada pengelolaan sampah organik yang tidak disalurkan ke bank sampah alais diolah di rumah tangga masing-masing. Upaya pengolahan sampah organik dari sumbernya tersebut telah dilakukan di Kelurahan Keparakan hingga saat ini.
Advertisement
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Rajwan Taufik menyebut pihaknya terus mendorong penguatan pengolahan sampah organik di masyarakat. Langkah tersebut merupakan bentuk ketiga pengolahan sampah yang ada dalam program Mas Jos.
Rajwan menjelaskan, pemilahan sampah sesuai jenis, khususnya sampah anorganik, telah berjalan cukup baik di masyarakat. Hal itu menurutnya didukung dengan keberadaan bank sampah yang kini sudah terbentuk di seluruh RW.
BACA JUGA
“Bank sampah sudah ada di semua RW. Karena itu yang perlu mendapat penekanan adalah pengolahan sampah organik, agar jumlah sampah yang masuk ke depo bisa terus ditekan dan depo tetap bersih,” katanya, Senin (19/1/2026).
Penguatan pengelolaan sampah organik tersebut tersebut juga terus digencarkan dengan adanya program Temu Mas Jos. Program tersebut menjadi forum komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat untuk membangun kolaborasi, keterbukaan, serta pemberdayaan warga, khususnya dalam penanganan persoalan sampah.
Sementara Lurah Keparakan, Yusuf Ahbari menyampaikan partisipasi warga di wilayahnya menunjukkan perkembangan positif. Dari 13 RW di Kelurahan Keparakan, menurutnya telah ada 17 bank sampah. “Ada 17 bank sampah yang tersebar di 13 RW. Jadi ada RW yang memiliki lebih dari satu bank sampah,” katanya.
Yusuf menambahkan, melalui peran aktif kader bank sampah dan kader Mas Jos, warga Keparakan telah melaksanakan tiga dari lima langkah Mas Jos. Hal itu dibuktikan dengan penempelan stiker di 700 rumah dari total sasaran 1.339 kepala keluarga. Edukasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh rumah tangga melaksanakan lima langkah Mas Jos secara utuh, yang ditandai dengan penempelan stiker di setiap rumah.
Dalam pengelolaan sampah organik, warga Keparakan juga terus didorong untuk berinovasi. Selain memanfaatkan biopori, menurutnya, sebagian warga telah mengembangkan budi daya magot sebagai solusi pengolahan sampah sisa makanan dan bahan organik rumah tangga.
Dia menambahkan pihaknya melalui temu kader Mas Jos berupaya mengarahkan masyarakat agar membudayakan pengelolaan sampah sejak dari hulu atau sumber produksi sampah, yakni keluarga. Pengelolaan sampah organik seperti sisa bahan masakan dan sisa makanan dinilai krusial untuk mengurangi beban sampah kota.
"Salah satu langkah yang dianjurkan adalah mendekatkan sarana pengolahan sampah organik dengan lokasi produksi sampah di rumah tangga. Penggunaan ember atau galon tumpuk yang ditempatkan di dekat dapur dinilai dapat memudahkan keluarga memulai pengelolaan sampah organik secara mandiri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Labuhan Merapi Digelar Dini Hari, Jadi Puncak Tingalan Dalem HB X
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Ekstrem Rusak 137 Rumah di Sleman, Kerugian Capai Rp261,9 Juta
- Aksi Pencurian di Baciro Gagal, Warga dan Polisi Tempuh Jalur Mediasi
- Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia Tekuk Jakarta Pertamina Enduro 3-1
- BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai DIY hingga 21 Januari 2026
- Libur Panjang Januari, Pantai Glagah Dibanjiri Wisatawan dari Jateng
- Workshop Mindfulness untuk Perawat Jiwa Digelar di Jogja
- Ancaman Longsor Bayangi SDN Kokap, Rekahan Tanah Makin Melebar
Advertisement
Advertisement



