Advertisement
Menhut Raja Juli Antoni: Hutan Jadi Motor Pertumbuhan Hijau
Hutan / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut hutan memiliki peran sentral dalam mendorong pertumbuhan hijau dan menjadi solusi nyata menghadapi tantangan iklim global.
Hal ini disampaikan Menhut sekaligus menegaskan komitmen Indonesia memimpin penerapan solusi berbasis alam (nature-based solutions) dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.
BACA JUGA
Menhut, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/10/2025), mengatakan solusi berbasis alam tak hanya mempercepat pembangunan hijau, tapi juga mengakselerasi pilar utama visi tersebut melalui ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
"Untuk mewujudkan visi tersebut, Kementerian Kehutanan menetapkan lima program unggulan strategis," kata Raja Antoni, Sabtu.
Kelima program strategis itu yaitu digitalisasi layanan kehutanan, pengelolaan hutan berkeadilan, pengembangan hutan sebagai sumber ketahanan pangan, konservasi hutan sebagai paru-paru dunia, serta penerapan kebijakan Satu Peta (One Map Policy) guna memperjelas status lahan dan mendukung investasi hijau.
"Melalui tata kelola yang transparan dan inklusif, kita ingin memastikan setiap kebijakan kehutanan berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Menhut.
Dalam bidang restorasi, Menhut Raja Antoni menyoroti proyek rehabilitasi di Taman Nasional Way Kambas senilai 150 juta dolar AS, yang menciptakan 750 lapangan kerja baru dan nilai ekonomi hingga 450 juta dolar AS, sekaligus melindungi habitat gajah Sumatera.
Indonesia, lanjut Menteri Raja Antoni, kini tengah mengubah nilai ekonomi karbon hutan menjadi motor pertumbuhan hijau.
Dengan dukungan pasar karbon yang inklusif dan terhubung secara global, Indonesia menargetkan diri menjadi pusat pengembangan pasar karbon dunia.
Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto juga telah menetapkan target nasional menanam 10 juta hektare lahan kritis, sebagai wujud nyata komitmen politik terhadap pemulihan ekosistem dan penguatan daya serap karbon.
"Hutan bukan milik kita untuk dimiliki, tetapi untuk dijaga. Masa depan umat manusia bergantung pada bagaimana kita merawat hutan hari ini," ujar Menhut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Ledakan Petasan di Blora Tewaskan Bocah 10 Tahun Saat Lebaran
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
Advertisement
Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Teh Bisa Kehilangan Manfaat Jika Dicampur Ini
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Advertisement







