Advertisement

Sampah Organik di Keparakan Jogja Berkurang Signifikan

Ariq Fajar Hidayat
Jum'at, 02 Januari 2026 - 17:22 WIB
Bhekti Suryani
Sampah Organik di Keparakan Jogja Berkurang Signifikan Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI - StockCake

Advertisement

JOGJA--Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) yang digagas Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo berdampak positif pada penanganan sampah di Kelurahan Keparakan, Mergangsan, dengan pengurangan signifikan pada volume sampah organik harian.

Lurah Keparakan Yusuf Ahbari mengatakan, setelah TPST Piyungan ditutup total mulai 1 Januari, kelurahan semakin mengintensifkan pemilahan sampah dari sumbernya. Hanya sampah residu kini yang ditransitkan di Depo Purawisata, sementara sampah yang masih memiliki nilai guna ditangani sejak dari rumah tangga. 

Advertisement

“Masalah sampah kan sudah menjadi darurat sampah, dan juga kami dari Kelurahan Keparakan punya depo. Depo Purawisata itu sekarang hanya dipakai untuk transit residu, sisa dari sampah yang sudah dipilah, jadi tidak lagi ditumpuk seperti sebelumnya,” ujar Yusuf, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, sampah anorganik diarahkan masuk ke bank sampah yang tersebar di tingkat RW. Dari 13 RW di Keparakan, terdapat 14 bank sampah aktif yang menampung anorganik bernilai ekonomis seperti kardus, besi, dan plastik untuk mengurangi beban residu. 

Sementara itu, pengurangan terbesar terjadi pada sampah organik. Sampah organik basah maupun setengah matang kini langsung diserap oleh off-taker untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sehingga tidak lagi masuk ke depo. 

“Setiap pagi saya menerima laporan dari juru pilah. Rata-rata ada delapan ember sampah organik yang langsung diambil off-taker. Kalau satu ember sekitar 10 kilogram, berarti ada pengurangan sekitar 80 sampai 100 kilogram per hari,” katanya. 

Yusuf menyebut, mekanisme tersebut berjalan seiring dengan penerapan lima langkah Mas Jos, mulai dari pemilahan sampah sesuai jenis, penyaluran anorganik ke bank sampah, pengelolaan organik, kebiasaan menghabiskan makanan, hingga penggunaan wadah makan yang dapat dipakai ulang. 

Ia menambahkan, edukasi pemilahan sampah sebenarnya sudah lama dilakukan di Keparakan. Namun, penerapan program Mas Jos membuat upaya tersebut menjadi lebih disiplin dan terpantau setiap hari.

“Penurunannya memang terasa di organik karena langsung diambil. Ini menunjukkan kalau pemilahan dari rumah tangga berjalan, beban depo dan residu bisa ditekan,” ucapnya.

Dengan penguatan bank sampah dan keterlibatan off-taker, Kelurahan Keparakan berharap pengelolaan sampah mandiri dapat terus berjalan meski tekanan akibat penutupan TPST Piyungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Audit Dugaan Korupsi Desa Wonokromo Resmi Masuk Kejari Bantul

Audit Dugaan Korupsi Desa Wonokromo Resmi Masuk Kejari Bantul

Bantul
| Jum'at, 02 Januari 2026, 19:17 WIB

Advertisement

Thailand Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Dorong Ekonomi Pelangi

Thailand Legalkan Pernikahan Sesama Jenis, Dorong Ekonomi Pelangi

Wisata
| Jum'at, 02 Januari 2026, 18:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement