Advertisement
Sampah Organik di Keparakan Jogja Berkurang Signifikan
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
JOGJA--Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) yang digagas Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo berdampak positif pada penanganan sampah di Kelurahan Keparakan, Mergangsan, dengan pengurangan signifikan pada volume sampah organik harian.
Lurah Keparakan Yusuf Ahbari mengatakan, setelah TPST Piyungan ditutup total mulai 1 Januari, kelurahan semakin mengintensifkan pemilahan sampah dari sumbernya. Hanya sampah residu kini yang ditransitkan di Depo Purawisata, sementara sampah yang masih memiliki nilai guna ditangani sejak dari rumah tangga.
Advertisement
“Masalah sampah kan sudah menjadi darurat sampah, dan juga kami dari Kelurahan Keparakan punya depo. Depo Purawisata itu sekarang hanya dipakai untuk transit residu, sisa dari sampah yang sudah dipilah, jadi tidak lagi ditumpuk seperti sebelumnya,” ujar Yusuf, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, sampah anorganik diarahkan masuk ke bank sampah yang tersebar di tingkat RW. Dari 13 RW di Keparakan, terdapat 14 bank sampah aktif yang menampung anorganik bernilai ekonomis seperti kardus, besi, dan plastik untuk mengurangi beban residu.
BACA JUGA
Sementara itu, pengurangan terbesar terjadi pada sampah organik. Sampah organik basah maupun setengah matang kini langsung diserap oleh off-taker untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sehingga tidak lagi masuk ke depo.
“Setiap pagi saya menerima laporan dari juru pilah. Rata-rata ada delapan ember sampah organik yang langsung diambil off-taker. Kalau satu ember sekitar 10 kilogram, berarti ada pengurangan sekitar 80 sampai 100 kilogram per hari,” katanya.
Yusuf menyebut, mekanisme tersebut berjalan seiring dengan penerapan lima langkah Mas Jos, mulai dari pemilahan sampah sesuai jenis, penyaluran anorganik ke bank sampah, pengelolaan organik, kebiasaan menghabiskan makanan, hingga penggunaan wadah makan yang dapat dipakai ulang.
Ia menambahkan, edukasi pemilahan sampah sebenarnya sudah lama dilakukan di Keparakan. Namun, penerapan program Mas Jos membuat upaya tersebut menjadi lebih disiplin dan terpantau setiap hari.
“Penurunannya memang terasa di organik karena langsung diambil. Ini menunjukkan kalau pemilahan dari rumah tangga berjalan, beban depo dan residu bisa ditekan,” ucapnya.
Dengan penguatan bank sampah dan keterlibatan off-taker, Kelurahan Keparakan berharap pengelolaan sampah mandiri dapat terus berjalan meski tekanan akibat penutupan TPST Piyungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kenali Tanda Kekurangan Zat Besi yang Kerap Tak Disadari
- Bulog Bakal Pakai Beras Premium untuk MBG dan Batalion TNI
- 3 Acara di DIY Masuk Katalog Kharisma Event Nusantara, Ini Daftarnya
- Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Belakang UGM, Melintang di Jalan
- Smartphone Diproyeksi Naik Harga, Penjualan Terancam Turun
Advertisement
Advertisement
Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan
Advertisement
Berita Populer
- Mirra Andreeva Samai Rekor Venus Williams di Australian Open
- Brajamusti Minta Maaf ke Bonek, Kuota Suporter Tamu Tak Dibuka
- Klasemen Proliga Putri 2026: Jakarta Livin Mandiri Beranjak dari Dasar
- Roberto De Zerbi Isyaratkan Ethan Nwaneri Langsung Debut
- Xiaomi SU7 2026 Diserbu Pasar China, Pesanan Awal Nyaris 100.000 Unit
- Harda Kiswaya Tegaskan Tak Pernah Bahas Hibah dengan Raudi Akmal
- Saksi Sebut Dana Hibah Pariwisata Sleman Dicairkan dengan SPTJM
Advertisement
Advertisement




