Advertisement
Mengenal RDF, Pengolahan Sampah Jadi Energi Bikin Puluhan Anak Sakit
Foto ilustrasi Waste to Energy. / Freepik
Advertisement
Sistem pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) kini tengah ramai diberitakan di media menyusul puluhan anak di Jakarta yang mengalami sakit mata hingga ISPA karena proyek ini. Seperti apa cara kerja pengelolaan sampah dengan sistem RDF yang digadang-gadang sebagai salah satu proyek transisi energi?
Sebanyak 20 anak yang berdomisili RT 18 Cakung Timur dilaporkan mengalami sakit yang diduga terdampak uji coba operasional RDF Plant Rorotan yang menghasilkan pencemaran udara di sekitar kawasan tersebut.
Advertisement
Penyakit yang dialami warga mulai dari sakit mata, batuk, pilek, muntah, Bronchopneumonia, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Hari Senin [3/11/2025] sore sudah berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan. Dari Selasa [4/11/2025], tim kesehatan dari Puskesmas Rotan ataupun dari Cakung sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada warga. Itu yang saya terima dari laporan dari Bu Kadis Kesehatan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto di Balai Kota Jakarta, Rabu (5/11/2025), dikutip dari Antara.
Kendati demikian, Asep mengatakan, pihaknya tetap menangani keluhan yang dilaporkan oleh masyarakat setempat. Selain memeriksa sumber bau dari air lindi yang menetes, pihak DLH DKI juga memeriksa sumber kebauan lainnya di RDF Rorotan. Hal itu dilakukan agar ke depannya pengoperasian RDF Rorotan tak lagi mendapatkan protes dari masyarakat.
Dikutp dari laman Jakarta Smart City, pembangunan RDF Plant Jakarta di Rorotan, Jakarta Utara telah dilakukan sejak 13 Mei 2024. RDF merupakan proses pengolahan sampah yang bisa “menyulap” sampah sehingga berubah bentuk dan fungsinya. Perubahan ini harus melewati proses yang berakhir sebagai RDF (Refuse-derived Fuel), yaitu bahan bakar alternatif.
RDF (Refuse-derived Fuel) adalah hasil bahan bakar alternatif yang berasal dari sampah. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Refuse-derived Fuel pun berarti “bahan bakar yang berasal dari sampah”. Sampah-sampah itu berjenis anorganik atau sulit terurai, seperti plastik, kertas, kain, karet dan kulit.
Nilai bahan bakar dari RDF disebut setara dengan batu bara muda. Bahan bakar inilah yang bisa digunakan oleh berbagai industri, seperti pabrik semen. Untuk mencapai hasil akhirnya, RDF perlu menjalani proses penyaringan (screening), pemilahan (separating), pencacahan (shredding), dan pengeringan (drying).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Minuman yang Sering Dikira Sehat Ini Justru Bebani Jantung
- Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Ledakan Petasan di Blora Tewaskan Bocah 10 Tahun Saat Lebaran
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
- Kementerian Pertahanan Pastikan Pemberlakuan WFH Karyawan
- Rabu Tak Lagi ke Kantor, ASN di Jatim Mulai WFH Rutin
Advertisement
Advertisement








