Advertisement
Pohon Tabebuya Bakal Memperindah Taman Kewek Malioboro Jogja
Ilustrasi Tabebuya - Pixabay
Advertisement
JOGJA—Taman Kewek Jalan Abu Bakar Ali di pusat wisata Malioboro yang dikenal sebagai Titik Nol Sungai Code Jogja bakal ditanami dengan pohon Tabebuya untuk memperindah kawasan kota.
Penanaman pohon Tabebuya yang dihelat J Sustainable and Green Initiative (JSGI) tersebut bakal digelar pada Jumat (28/11/2025). Head of Media Strategist JSGI, Nugroho Nurcahyo mengatakan penanaman pohon dilaksanakan bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia yang dirayakan setiap 28 November.
Advertisement
Selain bertepatan dengan Hari Menanam Pohon, kegiatan ini merupakan kick-off program pelestarian sungai di kawasan Sumbu Filosofi yang dilaksanakan JSGI mulai tahun depan. “Penanaman pohon ini merupakan kegiatan ekspedisi hijau yang dilakukan JSGI dan sebagai salah satu rangkaian kegiatan pelestarian sungai yang mengapit kawasan Sumbu Filosofi Jogja salah satunya Sungai Code,” kata Nugroho Nurcahyo, Selasa (25/11/2025).
JSGI menargetkan 10 pohon Tabebuya ditanam di Taman Kewek. Selain di kawasan Sungai Code, JSGI juga menjadwalkan penanaman hingga 100 bibit pohon beragam jenis di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Keparakan, Mergangsan Kota Jogja.
Sedangkan Tabebuya khusus ditanam di Taman Kewek. Pohon yang kondang dengan bunganya yang indah ini punya keunikan karena hanya berbunga di musim tertentu. Keberadaan pohon Tabebuya di taman kota ini diharapkan menambah spot baru lokasi wisata bagi warga Jogja maupun wisatawan. Selain memperindah kawasan kota, pepohonan ini sekaligus sebagai perindang dan menjaga ekosistem di kawasan Sungai Code.
Program ekspedisi hijau di kawasan sungai ini didukung oleh sejumlah pihak antara lain PT Coca Cola, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Serayu Opak Progo DIY, Hotel Tentrem, Alfamart, DRW Skincare, Modena Yogyakarta, Bale Devata dan Java Village Resort.
Adapun program pelestarin sungai di kawasan Sumbu Filosofi yang dimulai 2026 bekerja sama dengan sejumlah pihak baik pemerintah daerah, sektor swasta, komunitas warga serta perguruan tinggi. Program ini berorientasi pada edukasi, pemberdayaan, publikasi, promosi dan kampanye pelestarian lingkungan di kawasan Sungai Code dan Winongo yang melintasi Kota Jogja.
Nugroho Nurchyo menambahkan JSGI merupakan salah satu divisi di Harian Jogja yang bergerak di bidang inisiatif untuk aktivasi dan edukasi seputar isu lingkungan, gaya hidup berkelanjutan, dan ekonomi sirkular. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pemkot Jogja Kaji WFH Bagi ASN Guna Tekan Biaya Operasional Kendaraan
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Ledakan Petasan di Blora Tewaskan Bocah 10 Tahun Saat Lebaran
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
- Imbas Kasus Aktivis KontraS, Kabais TNI Serahkan Jabatan
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ratusan Pemudik Pilih Balik Naik Kapal Perang dari Semarang
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Belajar Daring untuk Hemat Energi, Kualitas Pendidikan Dipertanyakan
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Anak Balita Tiba-Tiba Menolak Makan, Ini Penyebabnya
- Mobil Dinas Dipakai Mudik, Tunjangan ASN Temanggung Langsung Dipangkas
Advertisement
Advertisement







