Advertisement

RI Bersiap Terapkan Nuklir untuk Listrik, Perpres Sudah di Presiden

M Ryan Hidayatullah & Lorenzo Anugrah Mahardhika
Jum'at, 09 Januari 2026 - 15:48 WIB
Bhekti Suryani
RI Bersiap Terapkan Nuklir untuk Listrik, Perpres Sudah di Presiden Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). (Freepik)

Advertisement

JAKARTA--Indonesia bersiap mengandalkan nuklir sebagai sumber pembangkit listrik, seiring pembentukan lembaga khusus. Rusia pun melirik megaproyek tersebut.

Pemerintah semakin serius menggarap potensi nuklir. Bahkan, pemerintah telah menyiapkan beleid khusus untuk membentuk Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO). Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiyani Dewi. Dia menjelaskan bahwa penyusunan perpres tersebut telah selesai.

Advertisement

“Perpres sekarang di meja Presiden. Tinggal menunggu turun,” katanya, Rabu (7/1/2026). Eniya menjelaskan bahwa setelah perpres ditandatangani, pemerintah selanjutnya akan menyusun Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM. Beleid tersebut akan mengatur pembentukan kelompok kerja (pokja) dari NEPIO.

“Strukturnya itu ditentukan di Kepmen. Nah, kita sekarang sedang mendiskusikan rancangan Kepmennya,” ujarnya.

NEPIO bertujuan untuk mempercepat pembangunan PLTN. Eniya mengatakan bahwa NEPIO akan memiliki tiga kelompok kerja atau pokja. Pokja itu yakni perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Menurutnya, Tim Percepatan Pembangunan PLTN ini nantinya akan bertanggung jawab kepada Presiden dalam rangka persiapan dan pelaksanaan pembangunan pembangkit listrik berbasis atom untuk mendukung tercapainya target transisi energi dan emisi nol bersih tahun 2060.

Dia menambahkan bahwa ketika NEPIO sudah terbentuk dan rancangan undang-undang (RUU) energi baru dan energi terbarukan (EBET) sudah terbit, maka Majelis Pembangkit Tenaga Nuklir (MPTN) pun akan terbentuk.

Di sisi lain, Rusia menyatakan siap mendukung megaproyek PLTN tersebut. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyatakan, energi nuklir saat ini semakin banyak dibicarakan secara terbuka sebagai salah satu sumber energi yang optimal.

Dia menuturkan, Rusia melalui perusahaan milik pemerintah, Rosatom, masih menanti kejelasan dari pemerintah Indonesia terkait penunjukan lembaga atau badan yang akan menjadi penanggung jawab utama pembangunan dan pengoperasian PLTN pertama.

“Dalam hal ini kami sangat bergantung pada pihak Indonesia. Kami menunggu siapa yang akan menjadi focal point di Indonesia, siapa yang akan menjadi operator atau pihak yang bertanggung jawab atas pembangunannya. Setelah itu jelas, kami akan segera memulai negosiasi,” ujar Tolchenov dalam media briefing di Jakarta pada Jumat (19/12/2025).

Tolchenov mengungkapkan, Rusia telah melakukan pembahasan dengan sejumlah institusi Indonesia, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Energi, serta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. Namun, dia mengatakan diskusi tersebut masih berada di tahap awal karena belum adanya keputusan politik dan kebijakan yang tegas.

Selain kepastian kebijakan, Rusia juga menilai kejelasan lokasi dan jenis PLTN yang akan dibangun menjadi faktor krusial. Tolchenov menyebut, Rosatom kerap menerima pendekatan langsung dari berbagai perusahaan maupun pemerintah daerah di Indonesia yang menginginkan pembangunan PLTN di wilayahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

DIY Capai Swasembada Beras, Lahan Sawah Terus Menyusut

DIY Capai Swasembada Beras, Lahan Sawah Terus Menyusut

Jogja
| Sabtu, 10 Januari 2026, 17:17 WIB

Advertisement

Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest

Destinasi Favorit Terbaru di Sleman, Tebing Breksi Geser HeHa Forest

Wisata
| Jum'at, 09 Januari 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement