Advertisement
Listrik Energi Surya Makin Murah Bersaing dengan Energi Fosil
PLTS Terapung - Ilustrasi - StockCake
Advertisement
JAKARTA--Perusahaan pengembang energi surya (solar developer) SUN Energy menyebutkan bahwa investasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) kini lebih murah, sehingga membuat energi berbasis sumber terbarukan cukup bersaing dengan energi fosil.
“Tren dalam lima tahun terakhir, biaya investasi per watt peak [Wp] itu justru makin turun. Hal ini karena harga panel, inverter dan equipment-nya makin lama makin turun. Kalau berbicara listrik dari solar, bisa dikatakan sudah lebih murah daripada tarif listrik yang ada [dari fosil],” kata CEO SUN Energy Emmanuel Jefferson Kuesar di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Advertisement
Jefferson mengatakan energi surya yang makin kompetitif telah diakui oleh konsumen. Hal ini tecermin dari berkembangnya minat pemasangan PLTS di sektor bisnis. Jefferson mengemukakan bahwa pemasangan PLTS kini tak hanya dipandang sebagai strategi untuk menurunkan emisi, tetapi juga dipandang sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi biaya energi dan menjaga ketahanan pasokan listrik.
“Teknologi ketika baru memang pasti memiliki biaya yang tinggi, tetapi ini [PLTS] bukan teknologi baru dan juga akan terus berkembang. Pastinya akan ada efisiensi-efisiensi di kemudian hari,” tambahnya.
BACA JUGA
Hingga 2025, SUN Energy telah mengoperasikan lebih dari 300 proyek PLTS di Indonesia dengan total kapasitas terpasang lebih dari 240 megawatt (MW). PLTS ini tersebar di lebih dari 50 sektor industri dan diestimasi menghasilkan 322,3 juta kilowatt hour (kWh) listrik bersih per tahun, serta berkontribusi menurunkan emisi karbon hingga 250,8 juta kilogram karbon dioksida ekuivalen (CO₂e) per tahun.
Pertumbuhan kapasitas PLTS industri pada pelanggan SUN Energy tercatat paling signifikan di lima sektor utama, yaitu semen, FMCG, kertas, kemasan, elektronik dan komponen otomotif.
Adapun dari sisi wilayah, pemanfaatan energi surya oleh pelanggan SUN Energy paling banyak terkonsentrasi di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten yang dikenal sebagai tulang punggung industri manufaktur nasional.
Sementara itu, Analisis Zero Carbon Analytics bertajuk The Myth of Renewables Pushing Up Power Prices menyebutkan bahwa tingkat pemanfaatan energi terbarukan yang tinggi berkorelasi dengan harga listrik yang berada di bawah rata-rata.
Di wilayah dengan adopsi energi angin dan surya yang tinggi, biaya listrik bagi pengguna akhir justru tidak naik lebih cepat dibandingkan wilayah yang masih bergantung pada bahan bakar fosil. Bahkan, tren sebaliknya lebih sering terjadi.
International Renewable Energy Agency (IRENA) mencatat bahwa pada 2024, sembilan dari sepuluh proyek energi terbarukan baru skala jaringan menghasilkan listrik dengan biaya lebih rendah dibandingkan alternatif pembangkit berbahan bakar fosil termurah.
Adapun tenaga angin darat tercatat sebagai sumber energi listrik baru termurah secara global, dengan rata-rata levelised cost of electricity (LCOE) sebesar US$0,034 per kWh, disusul surya fotovoltaik (PV) sebesar US$0,043 per kWh dan tenaga air sebesar US$0,057 per kWh Listrik dari pembangkit angin darat baru juga 53% lebih murah dibandingkan alternatif fosil yang paling kompetitif.
Sementara itu, energi terbarukan yang dikombinasikan dengan penyimpanan baterai kian mendekati paritas biaya dengan pembangkit fosil di sejumlah pasar utama, menurut IRENA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- 10 Kontingen Ramaikan Lomba Gema Takbir Jogja 2026, Rebut Piala Sultan
- OPINI: Idulfitri dan Homo Theos
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
- OPINI: Fathers Matter: Ayah, Kesetaraan, dan Masa Depan Generasi
Advertisement
Salat Id di Gumuk Pasir Bantul, Umat Muslim Diajak Pererat Persatuan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DPR Minta Kasus Air Keras Kontras Diungkap Tanpa Pandang Bulu
- Presiden Iran Konfirmasi Kematian Esmaeil Khatib Akibat Serangan
- Kemenag Gelar Sidang Isbat Lebaran 2026 Sore Ini
- Sultan HB X Jadi Pembicara Kunci di Seminar Nasional HB II
- Arab Saudi Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh pada Jumat
- Kendaraan Keluar Exit Tol Prambanan Tembus Seribu Unit Per Jam
- Ratusan Ribu Kendaraan Padati Jalur Mudik pada Puncak Arus Lebaran
Advertisement
Advertisement







